Onesta Bangun Positioning di Pasar Wellness lewat Konsep Balance
Onesta Bangun Positioning di Pasar Wellness lewat Konsep Balance
Onesta Bangun Positioning di Pasar Wellness lewat Konsep Balance

Onesta, merek madu premium di Indonesia, mencoba mengambil posisi yang lebih spesifik di tengah pasar wellness yang semakin ramai melalui konsep “Balance Is The New Normal”. Alih-alih hanya mengandalkan klaim kesehatan, merek ini menempatkan keseimbangan sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari yang perlu dijaga secara konsisten.

Pendekatan tersebut turut diterjemahkan melalui Myrta, produk yang dikurasi oleh Ade Rai, Health & Wellness Educator, yang selama lebih dari tiga dekade dikenal melalui pendekatan kesehatan berbasis pengetahuan, disiplin, dan kebiasaan. Ade Rai mengatakan keterlibatannya dalam Myrta berangkat dari kesesuaian produk dengan nilai yang ia percaya dan jalani.

“Bagi saya, ketika nama saya dilekatkan pada sebuah produk, produk itu harus merepresentasikan apa yang saya percaya dan jalani. Jadi, ini bukan sekadar meminjamkan nama, melainkan sebuah proses kurasi terhadap sesuatu yang memang saya pilih, saya percaya, dan saya gunakan,” ujar Ade Rai dalam keterangan resminya, dikutip Marketeers, Senin (7/9/2026)

Bagi Onesta, kehadiran Myrta menjadi salah satu cara untuk membawa gagasan tentang keseimbangan lebih dekat dengan rutinitas konsumen. Gagasan tersebut berangkat dari kondisi ketika perubahan kesehatan tidak selalu terjadi secara tiba-tiba, melainkan dapat diawali berbagai tanda seperti energi yang menurun, cravings, hingga pola tidur yang tidak teratur.

Dari sini, “Balance Is The New Normal” berfungsi lebih dari sekadar pesan komunikasi karena menjadi dasar Onesta dalam menentukan ruang yang ingin ditempati di pasar wellness. Keseimbangan ditempatkan sebagai kondisi yang perlu dikenali, dipulihkan, dan dipertahankan melalui kebiasaan yang dapat dilakukan secara konsisten.

Diferensiasi Onesta bersumber dari karakter madu kelulut atau stingless bee honey. Madu kelulut memiliki karakteristik tersendiri karena lebah tanpa sengat tidak hanya mengumpulkan nektar, tetapi juga mengolahnya dengan enzim yang dimilikinya.

Karakter tersebut menjadi salah satu dasar Onesta dalam menempatkan madu kelulut sebagai functional superfood dengan karakter yang berbeda dari madu pada umumnya.

Diferensiasi itu kemudian diperkuat melalui prinsip Ripe, Raw, Natural, dan Pure. Madu dipanen ketika matang secara alami dan telah disegel oleh lebah, kemudian dipertahankan dalam kondisi raw dan alami tanpa pengenceran maupun tambahan bahan lain.

Bagi brand wellness, diferensiasi produk juga berkaitan dengan seberapa jauh konsumen dapat mengetahui apa yang mereka konsumsi. Karena itu, setiap botol Onesta dilengkapi Digital Product Passport yang menyediakan informasi mengenai asal produk, waktu panen, hasil pengujian laboratorium, hingga autentikasi secara digital.

Transparansi tersebut memperluas pembahasan mengenai kualitas produk dari sekadar bahan dan proses produksi menjadi informasi yang dapat ditelusuri konsumen.

Dengan demikian, perjalanan madu dari sarang hingga menjadi produk dapat menjadi bagian dari pengalaman konsumen dalam memahami produk yang mereka pilih.

Onesta juga mengangkat karakteristik bioaktif alami yang terdapat dalam madu kelulut, termasuk trehalulose, serta berbagai komponen seperti antioksidan, prebiotik, propolis, dan aktivitas antimikroba.

Narasi tersebut kemudian ditempatkan berdampingan dengan pengetahuan tradisional mengenai pemanfaatan madu dan pengujian laboratorium untuk menjaga kualitas serta konsistensi produk.

Aspek alam turut menjadi bagian dari identitas yang dibangun Onesta melalui perhatian terhadap ekosistem lebah tanpa sengat. Cerita mengenai hutan Indonesia, biodiversitas, dan komunitas peternak lebah lokal membuat produk tidak hanya dikaitkan dengan konsumsi wellness, tetapi juga dengan lingkungan yang mendukung keberadaannya.

Konsep balance kemudian diterjemahkan ke dalam beberapa konteks konsumsi melalui lini produk yang dikembangkan Onesta. Myrta dan Daily diarahkan untuk ritual harian, sementara lini lainnya dikembangkan untuk kebutuhan perjalanan, kebutuhan wellness tertentu, serta pilihan madu dengan karakter yang lebih khusus.

Pada akhirnya, Onesta berupaya membawa pembahasan mengenai madu keluar dari sekadar kategori produk konsumsi menuju bagian dari rutinitas wellness.

Melalui konsep “Balance Is The New Normal”, diferensiasi madu kelulut, transparansi produk, serta perhatian terhadap ekosistem, brand ini membangun posisi yang bertumpu pada keseimbangan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Source : https://www.marketeers.com/onesta-bangun-positioning-di-pasar-wellness-lewat-konsep-balance/